Penyuluh lintas agama dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buru melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan kepada tokoh agama dan tokoh adat di Desa Waetina. Kecamatan Waelata Jumat, (15/11/2024)
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Waetina ini merupakan bagian dari agenda bulanan untuk mempererat hubungan antarumat beragama dalam rangka mewujudkan Desa Sadar Kerukunan.
Tiga penyuluh lintas agama hadir dalam kegiatan ini, yakni Marwa Suriyah, S.Ag (Islam), Pendeta Carolis M.Y. Tupan, S.Mis (Kristen), dan Hadi Nur Slamet, S.Ag (Hindu).
Dalam pemaparannya, ketiganya memberikan motivasi kepada masyarakat untuk terus menjaga kerukunan sebagai identitas utama Desa Waetina.
Pernyataan Penyuluh:
Pertama, Marwa Suriyah mengajak masyarakat untuk menjadikan Waetina sebagai desa dengan branding kerukunan yang menjadi contoh bagi daerah lain.
"Mari kita jadikan kerukunan ini sebagai kebanggaan Waetina." Ujarnya
Kedua, Hadi Nur Slamet menambahkan bahwa harmoni di Desa Waetina dapat membawa desa ini menjadi ikon kerukunan di Kabupaten Buru bahkan hingga tingkat nasional.
"Kesadaran kita semua untuk hidup harmonis akan membawa desa ini menuju prestasi yang lebih besar." Katanya
Ketiga, Pendeta Carolis M.Y. Tupan menegaskan pentingnya kebersamaan dalam mewujudkan Desa Sadar Kerukunan.
"Dengan kebersamaan, kita dapat membangun Waetina yang rukun, bermartabat, dan menjadi panutan bagi desa-desa lain." Ungkapnya
Selain memberikan bimbingan, para penyuluh juga memperkenalkan program inovatif bernama Hotline Delik Harum (Deteksi Layanan Informasi Keagamaan Harmonis dan Moderator).
Program ini bertujuan untuk melakukan pemetaan permasalahan yang mungkin timbul di masyarakat, sehingga langkah-langkah penyelesaian dapat diambil dengan cepat dan tepat oleh penyuluh yang bertugas.
Program ini dirancang agar masyarakat dapat melaporkan persoalan yang mengancam kerukunan melalui sistem yang responsif.
Dengan begitu, Desa Waetina dapat terus menjaga statusnya sebagai Desa Sadar Kerukunan tanpa konflik yang berlarut-larut.
Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari tokoh agama dan tokoh adat yang hadir. Mereka menyatakan komitmennya untuk mendukung program-program yang mendorong kerukunan dan harmoni di Desa Waetina.
Melalui kegiatan ini, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buru berharap Waetina dapat menjadi simbol harmoni di Kabupaten Buru dan inspirasi bagi wilayah lain di Indonesia.