You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Waetina
Desa Waetina

Kec. Waelata, Kab. Buru, Provinsi Maluku

Selamat Datang di Wabsite Resmi Pemerintah Desa Waetina -- selengkapnya...

Masyarakat Hindu Buru Gelar Ritual Melasti di Desa Waetina, Penyuluh Agama Tekankan Makna Penyucian

Nadia Anggraini 13 Juni 2026 Dibaca 9 Kali
Masyarakat Hindu Buru Gelar Ritual Melasti di Desa Waetina, Penyuluh Agama Tekankan Makna Penyucian

Berita Desa Waetina : Umat Hindu di Kabupaten Buru melaksanakan ritual suci Melasti sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948.

Kegiatan ini dipusatkan di sumber mata air Bendungan Way Leman, Desa Waetina, Kecamatan Waelata, pada Minggu (15/03/2026), dan diikuti dengan penuh khidmat oleh masyarakat Hindu dari berbagai kalangan.

Sejak pagi hari, masyarakat tampak berdatangan dengan mengenakan pakaian adat dan busana ibadah khas umat Hindu. Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa turut ambil bagian dalam prosesi sakral tersebut.

Suasana penuh kekhusyukan terasa saat peserta mengikuti rangkaian ritual yang dipimpin oleh pemangku adat dan tokoh agama Hindu setempat.

Ritual Melasti merupakan tradisi penting dalam ajaran Hindu yang bertujuan untuk menyucikan diri, membersihkan alam semesta, serta menyucikan berbagai sarana upacara sebelum memasuki Hari Raya Nyepi.

Dalam prosesi ini, umat membawa pratima dan simbol-simbol suci menuju sumber air sebagai lambang penyucian lahir dan batin.

Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buru, Hadi Nur Slamet, S.Ag, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa Melasti memiliki makna spiritual yang sangat mendalam bagi umat Hindu.

“Melasti bukan sekadar ritual seremonial, tetapi merupakan proses penyucian diri secara lahir dan batin. Umat diajak untuk membersihkan segala kotoran pikiran, perkataan, dan perbuatan agar memasuki Hari Raya Nyepi dengan hati yang bersih dan penuh kedamaian,” ujar Hadi Nur Slamet.

Ia juga menambahkan bahwa air dalam ritual Melasti memiliki makna simbolis sebagai sumber kehidupan sekaligus sarana penyucian yang dipercaya mampu membawa energi positif bagi manusia dan alam semesta.

“Air menjadi simbol kesucian dan kehidupan. Melalui Melasti, umat Hindu memohon kepada Sang Hyang Widhi Wasa agar segala unsur negatif dalam diri dan lingkungan dapat disucikan sehingga tercipta keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan,” jelasnya.

Menurutnya, pelaksanaan ritual ini juga mengandung pesan penting tentang harmoni dan kepedulian terhadap lingkungan. Tradisi Melasti mengajarkan manusia untuk menjaga kesucian alam sebagai bagian dari kehidupan spiritual.

“Nilai yang terkandung dalam Melasti sangat relevan dengan kehidupan sosial masyarakat. Selain meningkatkan kualitas spiritual, ritual ini juga mengingatkan kita semua tentang pentingnya menjaga kelestarian alam dan membangun kehidupan yang harmonis,” tambahnya.

Lebih lanjut, Hadi Nur Slamet menilai bahwa kegiatan keagamaan seperti ini juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan mempererat tali persaudaraan di tengah masyarakat.

“Melasti bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga momentum untuk mempererat persatuan umat, memperkuat nilai kebersamaan, serta menanamkan ajaran luhur kepada generasi muda agar tetap menjaga tradisi dan identitas budaya,” ungkapnya.

Pelaksanaan Melasti di Desa Waetina berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh rasa kebersamaan. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata kerukunan umat beragama di Kabupaten Buru, di mana masyarakat saling menghormati dan mendukung pelaksanaan ibadah masing-masing.

Melalui momentum ini, umat Hindu di Kabupaten Buru diharapkan dapat menyambut Hari Raya Nyepi dengan hati yang suci, penuh kedamaian, serta semangat untuk membangun kehidupan yang harmonis, baik dalam hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, maupun dengan alam semesta.

APBDes 2026 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 0,00 Rp 1.009.553.000,00
0%
Belanja
Rp 0,00 Rp 1.009.553.000,00
0%

APBDes 2026 Pendapatan

Dana Desa
Rp 0,00 Rp 371.642.000,00
0%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 0,00 Rp 115.340.000,00
0%
Alokasi Dana Desa
Rp 0,00 Rp 522.571.000,00
0%

APBDes 2026 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp 0,00 Rp 456.771.000,00
0%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp 0,00 Rp 301.242.000,00
0%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa
Rp 0,00 Rp 117.296.000,00
0%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa
Rp 0,00 Rp 6.000.000,00
0%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp 0,00 Rp 128.244.000,00
0%